ARTIKEL LIFESTYLE

Inilah Peta Jalur Maut Saat Mudik Lebaran

Minggu, 12 Agustus 2012 | Tag: mudik
Inilah Peta Jalur Maut Saat Mudik Lebaran
ilustrasi

KapanLagi.com - Kecelakaan kerap kali mewarnai mudik yang sudah menjadi tradisi di Indonesia. Lokasi kecelakaan sering terjadi di lokasi yang sama setiap tahunnya. Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas.

Di beberapa ruas jalan yang dilalui pemudik memang dikenal rawan kecelakaan atau akrab dengan sebutan jalur tengkorak. Pemudik yang melewati jalur Utara harus berhati-hati saat melintas di jalur Pantura, sedangkan jalur Selatan, Nagreg dikenal rawan bagi pemudik yang mengarah ke Jawa Barat.

Untuk jalur Nagreg, jalur tengkoraknya berada di sekitar turunan yang berada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tercatat sudah berulang kali kecelakaan terjadi dan merenggut korban jiwa.

Sementara itu bagi Anda yang hendak mudik di wilayah Jawa Timur harus mewaspadai adanya sejumlah titik rawan macet, rawan kecelakaan, serta rawan bencana. Data Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Jawa Timur tercatat ada 66 titik rawan kecelakaan.

Untuk pemudik dari Surabaya yang melintasi Mojokerto, Ngawi, Mantingan harus lebih berhati-hati di jalan Raya Waru-Buduran, Raya Trosobo, Raya By Pass Krian, Raya Balongbendo, Caruban KM 151-152, Madiun KM 18.0000-19.000 dan Ngawi KM 185.000-186.00.

Di sejumlah titik yang rawan kecelakaan petugas menempatkan masing-masing satu posko yang dilengkapi mobil derek serta aneka rambu-rambu lalu lintas. Rambu-rambu ini juga akan segera dipasang di seluruh lokasi rawan kecelakaan sehingga bisa membantu menghindarkan pengemudi dari kecelakaan.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anang Iskandar mengatakan, mengantisipasi kecelakaan yang sering terjadi, polisi akan diterjunkan di sejumlah jalur tengkorak. Sebanyak 80 ribu lebih personel kepolisian disiagakan di beberapa titik.

"60 Ribu lebih untuk prioritas polda satu dan sisanya untuk polda prioritas dua," katanya. Anang juga mengimbau agar para pemudik lebih tertib lalu lintas.

Anang meminta agar masyarakat tidak memaksakan diri untuk pulang kampung dengan menumpangi sepeda motor. Pasalnya, resiko mudik dengan sepeda motor lebih berbahaya, ketimbang naik bus atau mobil.

"Mereka yang pulang menggunakan sepeda motor, sebaiknya motornya dinaikkan kapal TNI AU," katanya.

Sumber: Merdeka.com
(kpl/rit)


KOMENTAR