Brawijaya Public Lecture Series Bahas Budaya dan Laman Batas di Indonesia


Jum'at, 24 Mei 2013 15:54
Brawijaya Public Lecture Series Bahas Budaya dan Laman Batas di Indonesia
Universitas Brawijaya Malang

Pusat Studi Budaya dan Laman Batas (Center for Culture and Fontier Studies - CCFS) Universitas Brawijaya mengadakan acara Brawijaya Public Lecture Series dalam rangka memperkenalkan ide dan permasalahan-permasalahan yang berada pada laman batas melalui pendekatan budaya. Serangkaian acara yang dimulai dari hari Kamis (23/5) hingga Jumat (24/5) ini mengundang beberapa pembicara nasional dan internasional yang ahli dalam halhal terkait budaya dan isu laman batas di Indonesia.

Kegiatan ini dimulai dengan Kuliah Umum mengenai Bahasa dan Sastra dalam Perspektif Ketahanan Budaya dengan pemateri utama Eka Budianta (Anggota Dewan Pakar Badan Pelestarian Pusaka Indonesia) dan A. Effendi Kadarisman, Ph.D (Pakar Linguistik). Kemudian dilanjutkan Kuliah Tamu dengan tema “Buruh, Perkotaan, dan Masalah Sosial Masa Kolonial” yang dibahas oleh Iskandar P. Nugraha, Ph.D (Sejarawan) bersama Prof. John Ingelson (UNSW) via media Skype. Rangkaian acara hari pertama ini ditutup dengan Diskusi Buku berjudul “Teosofi, Nasionalisme, dan Elit Modern Indonesia” yang juga dibahas langsung oleh penulis buku tersebut, yakni Iskandar P. Nugraha, PhD.

Di hari kedua, serangkaian Brawijaya Public Lecture Series ini dimulai oleh JJ. Rizal, dipanelkan dengan Siti Kholifah, untuk mendiskusikan buku berjudul “Nyai dan Pergundikan di Hindia Belanda”. Dilanjutkan dengan Diskusi Film “Kembali Merajah Mentawai” dan “Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa” pada siang harinya, yang dibahas oleh Dhanny Sutopo, M.Si.

Serangkaian kegiatan yang diadakan oleh pusat studi yang berada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya ini diharapkan dapat memberikan informasi dan kepedulian kepada masyarakat Indonesia dalam memahami permasalahan budaya dan studi laman batas guna tercapainya kemandirian bangsa dan sekaligus terbentuknya suatu jaringan sosial budaya (termasuk ekonomi, pertahanan, demografi) antar negara dalam  wilayah regional Asia Tenggara.
(cg/prl/boo)


EVENT TERKAIT
LATEST UPDATE