Fotofestafet Bangun Kreatifitas Melalui Jejaring Sosial


Tanggal: Sabtu, 28 Januari 2012
Fotofestafet Bangun Kreatifitas Melalui Jejaring Sosial
Jerry Aurum Lumix Fotoestafet

Penggunaan jejaring sosial di Indonesia telah meningkat cukup pesat dari tahun ke tahun. Berada di posisi lima besar pengguna twitter dan Facebook terbesar di Asia, Panasonic Gobel Indonesia mencoba membangun kreatifitas anak bangsa dengan menggelar kompetisi FotoFestafet di 12 kota di Indonesia.

�Kami sangat bangga telah berhasil menjadi yang pertama di Indonesia mengadakan kompetisi fotografi menggunakan pocket camera Lumix DMC-FT3 dan Lumix DMC-TZ20, dengan konsep estafet antar kota serta mengandalkan jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook sebagai alat promosi yang kuat,� ujar Dharma Parayana, Manager Network Dept. Panasonic Gobel Indonesia. �Melalui program ini, kami dapat menyatukan masyarakat Indonesia yang tersebar di penjuru negara sekaligus memamerkan kreatifitas anak bangsa dan keindahan Indonesia melalui kampanye digital.�

Konsep Fotofestafet memang terbilang unik yaitu selain menampilkan keindahan dan keragaman budaya Indonesia juga memanfaatkan pengaruh jejaring sosial para peserta. Peserta FotoFestafet dipilih dengan seleksi yang cukup ketat. Sebelumnya peserta harus membuat tulisan pendek dengan menjawab pertanyaan why do we have to choose you? Panitia akan menentukan peserta berdasarkan tulisan yang paling unik dan menarik serta keaktifan calon peserta di jejaring sosial. Dari finalis yang terpilih, dibentuk menjadi empat tim yang masing-masing dibekali satu kamera Lumix untuk dipakai bergiliran secara estafet di 12 kota. Empat tim yang terpilih diharapkan untuk berkomunikasi dengan setiap anggotanya melalui Twitter dengan hashtag #LumixFF dan Facebook. Mereka juga akan mempromosikan karya masing- masing melalui jejaring sosial untuk mendapatkan suara terbanyak agar terpilih menjadi pemenang.

Lomba berawal di Jakarta pada 10 November 2011 kemudian berlanjut ke Palembang, Semarang, Denpasar, Pekanbaru, Surabaya, Medan, Banda Aceh, Pontianak, Samarinda, Manado, Makassar, dan berakhir kembali di Jakarta. Setiap tim bertugas membuat foto sesuai dengan empat tema yang ditentukan panitia yaitu Sosok (foto manusia dengan kegiatannya), Tempat (lokasi yang menjadi ciri khas kota, situs bersejarah), Seni (proses penciptaan karya), dan Kuliner (foto makanan khas dimulai dari proses pembuatan hingga penyajiannya). Melalui kumpulan fotonya para peserta menampilkan beragam arsitektur unik di kota tempat mereka tinggal, kuliner yang menjadi ciri khas, suasana kota dan penduduk didalamnya, serta keindahan alam yang berbeda dari kota lainnya.

Total 480 foto hasil karya 1.639 peserta Fotofestafet dapat dilihat di website Panasonic Lumix http://www.lumixkita.com/site/article_foto.
�Fotofestafet adalah program yang menarik dalam memfasilitasi para penggemar fotografi di Indonesia, karena pada kompetisi ini peserta dapat melatih kreatifitasnya sekaligus menunjukkan rasa nasionalisme mereka melalui foto-foto kreasinya. Saya salut dengan Panasonic yang dapat menyatukan peserta dari berbagai kota di Indonesia hingga terkumpul menjadi tim yang kuat untuk bersaing dalam kompetisi ini melalui jejaring sosial,� ujar Jerry Aurum, fotografer professional Indonesia.

�Panasonic berharap melalui Fotofestafet ini setiap penggemar fotografi dapat menyalurkan hobinya sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih mengenal Indonesia. Kami ingin memotivasi dan mengedukasi anak bangsa untuk tetap kreatif mengikuti perkembangan zaman dan tidak berhenti berkreasi demi membawa nama baik Indonesia,� tutup Dharma.
PHOTOSHOT
Dapur YamYum By Simplisio - Bandung
Dapur YamYum By Simplisio
Ini dia tom yam dengan cita rasa Indonesia. Ada tempe kriuknya!